PENTINGNYA MAWAS DIRI DALAM BERSIKAP.......
Sering kali kita melakukan suatu tindakan yang
menurut kita sudah benar dan baik, namun pada dasarnya hal tersebut tidaklah
sama dengan pendapat tiap-tiap individu ( personal ). Kita dengan mudah menilai
setiap tindakan orang, baik yang buruk maupun yang tidak. Tindakan sekecil
apapun selalu saja kita komentari bahkan hal-hal yang tidak penting dan sama
sekali tidak menyangkut tentang kita. Kita dengan mudah melihat kesalahan orang
lain bahkan kesalahan yang hanya sepele seperti salah kostum, contoh pada saat
pesta ultah ada salah satu undanagan yang menggunakan kostum jadul (jaman dulu)
sedangkan tamu-tamu undangan lainnya rata-rata menggunakan gaun atau dress. Hal
tersebut tidaklah begitu penting untuk diungkapkan, namun kita dengan mudah
mencela para mereka yang menurut kita tidak sama dengan pandanagn kita dan
pengertian tentang suatu hal. Sedangkan kesalahan kita sendiri yang terkadang
justru membuat orang disekitar kita merasa risih dan terganggu sama sekali
tidak kita sadari. Oleh karena itu dalam bersikap diperlukan suatu tindakan
yang tidak hany bias menilai perilaku orang lain saja tapi juga harus bias
menilai tindakan diri sendiri (intropeksi) atau biasa yang disebut dengan mawas
diri.
Kata mawas diri bisa disebut juga sebagai kegiatan
memeriksa diri. Dengan mawas diri berarti kita melihat ke dalam diri setelah
kita melakukan suatu tindakan. Mawas diri dapat dipergunakan secara keliru
sehingga lebih bersifat menghalangi daripada membantu pembentukan diri kita.
Bila titik perhatian hanya diberikan pada kekurangan-kekurangan dalam diri
kita, membuat daftar kesalahan secar terus-menerus dalam diri kita akan
menyebabkan perasaan depresi dan takut dalam diri kita. Dengan mawas diri
brarti kita melihat (memeriksa dan mengoreksi) diri sendiri secara jujur,
instropeksi. Dengan mawas diri kita
mampu mengontrol diri agar tidak membuat kesalahan yang sama. Mawas diri
dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan
cara kedua yang penting dalam proses pembentukan diri menjadi lebih baik. Teori
humanistik memandang tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses
belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya
sendiri. Dengan mawas diri sama halnya kita membantu diri kita sendiri untuk mengenal
lebih dalam dan karakterisasi pada diri sendiri sebagai probadi yang baik dan bisa diterima oleh semua
golongan masyarakat disekitar kita. Menurut saya pribadi mawas diri adalah
sikap hati-hati dan menjadi yang lebih baik untuk kedepannya . Mawas diri pun
tidak boleh berlebihan karna jika berlebihan kita tidak akan berani mengambil
sikap atau tidak berani untuk lebih baik.
Kesimpulan yang dapat diambil dari esai tentang
mawas diri ini adalah sebelum kita menilai dan memberi nasehat pada seseoarng
tentang tindakan apa yang telah dilakukan dan kesalahan apa saja yang mereka
perbuat diharapkan kita mampu menilai diri kita masing-masing terlebih dahulu
apakah tindakan yang kitalakukan sudah merupakan tindakan yang benar, tindakan
yang sesuai etika dalam golongan masayarakat tersebut. Kesalahan seseorang
sekecil apapun mampu kita nilai denga
mudah namun kesalahn kita sendiri tidak pernak kita sadari. Oleh karena
itu sebelum menilai pribadi seseorang kita harus intropeksi dalam diri kita
sendiri terlebih dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar