Senin, 28 Mei 2012


PENTINGNYA MAWAS DIRI DALAM BERSIKAP.......


Sering kali kita melakukan suatu tindakan yang menurut kita sudah benar dan baik, namun pada dasarnya hal tersebut tidaklah sama dengan pendapat tiap-tiap individu ( personal ). Kita dengan mudah menilai setiap tindakan orang, baik yang buruk maupun yang tidak. Tindakan sekecil apapun selalu saja kita komentari bahkan hal-hal yang tidak penting dan sama sekali tidak menyangkut tentang kita. Kita dengan mudah melihat kesalahan orang lain bahkan kesalahan yang hanya sepele seperti salah kostum, contoh pada saat pesta ultah ada salah satu undanagan yang menggunakan kostum jadul (jaman dulu) sedangkan tamu-tamu undangan lainnya rata-rata menggunakan gaun atau dress. Hal tersebut tidaklah begitu penting untuk diungkapkan, namun kita dengan mudah mencela para mereka yang menurut kita tidak sama dengan pandanagn kita dan pengertian tentang suatu hal. Sedangkan kesalahan kita sendiri yang terkadang justru membuat orang disekitar kita merasa risih dan terganggu sama sekali tidak kita sadari. Oleh karena itu dalam bersikap diperlukan suatu tindakan yang tidak hany bias menilai perilaku orang lain saja tapi juga harus bias menilai tindakan diri sendiri (intropeksi) atau biasa yang disebut dengan mawas diri.

Kata mawas diri bisa disebut juga sebagai kegiatan memeriksa diri. Dengan mawas diri berarti kita melihat ke dalam diri setelah kita melakukan suatu tindakan. Mawas diri dapat dipergunakan secara keliru sehingga lebih bersifat menghalangi daripada membantu pembentukan diri kita. Bila titik perhatian hanya diberikan pada kekurangan-kekurangan dalam diri kita, membuat daftar kesalahan secar terus-menerus dalam diri kita akan menyebabkan perasaan depresi dan takut dalam diri kita. Dengan mawas diri brarti kita melihat (memeriksa dan mengoreksi) diri sendiri secara jujur, instropeksi. Dengan  mawas diri kita mampu mengontrol diri agar tidak membuat kesalahan yang sama. Mawas diri dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting dalam proses pembentukan diri menjadi lebih baik. Teori humanistik memandang tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan mawas diri sama halnya kita membantu diri kita sendiri untuk mengenal lebih dalam dan karakterisasi pada diri sendiri sebagai probadi  yang baik dan bisa diterima oleh semua golongan masyarakat disekitar kita. Menurut saya pribadi mawas diri adalah sikap hati-hati dan menjadi yang lebih baik untuk kedepannya . Mawas diri pun tidak boleh berlebihan karna jika berlebihan kita tidak akan berani mengambil sikap atau tidak berani untuk lebih baik.

Kesimpulan yang dapat diambil dari esai tentang mawas diri ini adalah sebelum kita menilai dan memberi nasehat pada seseoarng tentang tindakan apa yang telah dilakukan dan kesalahan apa saja yang mereka perbuat diharapkan kita mampu menilai diri kita masing-masing terlebih dahulu apakah tindakan yang kitalakukan sudah merupakan tindakan yang benar, tindakan yang sesuai etika dalam golongan masayarakat tersebut. Kesalahan seseorang sekecil apapun mampu kita nilai denga  mudah namun kesalahn kita sendiri tidak pernak kita sadari. Oleh karena itu sebelum menilai pribadi seseorang kita harus intropeksi dalam diri kita sendiri terlebih dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar